He he he pas lagi ngebersihin kamar yang udakh berantakan karena udah dua taon di tinggalin ngeliat catatan kecil gitu deh (curhaaaaatt  ) eh tnyata dan tnyata isinya tentang majas majas, gw paling g hapal neh kalo tentang ginian . jadi daripada junior ataw temen temen yang membutuhkan susah nyari mangkanya saya posting ja di blog
A. Majas Perbandingan
1. Majas Perumpamaan
 Perbandingan dua hal yang berbeda dan di bantu kata-kata : seperti, bak , umpama dll
contoh : seperti air dengan minyak


2. Majas Metafora
 Perbandingan secara langsung tanpa di bantu oleh kata – kata : seperti , bak , dll
contoh : Ani anak emas di dalam keluarganya
3. Personifikasi
 Mengumpamakan benda mati seolah olah hidup
4. Pleonasme/ Tantologi
 Pemakaian kata kata yang berlebihan
contoh : Saya mencatat dengan tangan saya sendiri
5. Alegori
 merupakan majas yang bersifat nasihat
contoh : Hati- hati bila mengarungi samudra luas

B. Majas Pertentangan
1. Hiperbola
 majas yang mengandung pernyataan yang berlainan dengan membesar – besarkan semata
contoh : Saya terkejut setengah mati melihat penampilannya
2. Litotes
majas yang tujuannya merendahkan hati
contoh : singgahlah ke gubukku
3. Ironi
 Majas yang bermaksud berolok – olok
contohnya : Aduh bersihnya kamar ini seperti kapal pecah
4. Paradok
 Majas yang mengandung pertentangan dengan fakta yang ada
contohnya : Aku kesepian di tenagh keramaian ini
5. Sarkasme
 Majas yang mengandung sindiran pedas atau menyakitkan hati
Contohnya : Aku bukan Bola yang bisa seenaknya saja kau permainkan

C. Majas Pertautan
1. Metonimia
 Majas yang menggunakan nama suatu barang atau benda untuk menyebutkan benda lain
contoh : Mereka berangkat ke sekolah dengan menggunakan Honda
2. Sinekdoke
 menyebutkan sebagian untuk keseluruhan
contohnya : Persib menang mutlak atas PSM
3. Eufisme
 Menggunakan ungkapan halus untuk mengganti ungkapan kasar
contoh : saat ini banyak karyawan yang dirumahkan oleh perusahaan
4. Paralelisme
 Majas yang mengajarkan pemakaian kata atau frase yang menduduki fungsi yang sama
contoh : Pria maupun wanita mempunyai kedudukan yang sama
D. Majas Perulangan
1. (mulai g jelas neh tulisan paan he he he    jadi mpe disini dulu yaqqqqq  jadi goggling ja y )
2. Daahhhhhh
3. Peace 
4.

Read More......

CORETAN HATI


Mereka bilang

Mereka menyayangiku

Mereka berkata

Mereka mencintaiku

Merekapun berjanji

Akan menjaga dan memberikan perhatian kepadaku, baik siang maupun malam

Tapi kata kata hanya kata kata

Janji pun hilang seiring waktu

Sehingga kini tak ada lagi yang perduli

Sedikit demi sedikit

Asap pun memenuhi rongga dadaku

Mentransfer sedikit nikotin ke otak ku, yang kuharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan pikiran dan semua sepiku

Kucoba menggugurkan daun daun cinta satu demi satu demi satu

Tapi tunas daun muda yang tumbuh semakin banyak

Terpikir untuk mengugurkan semuanya

Tapi ku takut untuk merangas selamanya

Dan menjadi sebatang kayu lapuk yang tak berguna

Tak ada lagi artiku disana

Sebagai sesosok yang membawa kebahagiaan

Tak guna lagi diriku diampingmu

Karena engkau tak pernah membutuhkan aku

Otak dan pikiranku masih belum bisa tenang

Memoryku masih memutarkan bayangan mu

Terbesit untuk merubah semua rasa ini menjadi benci agar ku bisa lupakanmu

Tapi jiwaku yang lain berontak dan tak ingin kehilanganmu

Bayangamu pun semakin sering muncul di hadapanku

Bukan untuk memberikan sedikit tawa

Tapi memberikan siksaan dan ejekan

Serta berkata bahwa aku tidaklah berarti bagimu, pergi dan menjauh darimu

Tak adakah rasa takut kehilangan mu untuk ku?

Dimana dia?

Waktu pun berlalu

Tapi kau masih saja di benakku

Tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mengapaimu

Butir butir air matapun tak ingin ku teteskan lagi

Kata kata “mohon perhatikan aku pun” sudah mulai bosan bergulir dibibirku

Dan sekarang ku harus menyadarinya

Api yang kusulut untuk menerangi hidup ku

Ternyata membakar serta serta menyiksaku

Dia ada untuk menyiksaku

Mereka hadir untuk melukaiku

Dan aku sendiri ikut menghancurkan jiwa ku

Akhirnya semuanya akan menemui titik temu

Ya atau tidak

Ku sungguh tak sanggup lagi dengan semua ini

CORETAN HATI

Mereka bilang

Mereka menyayangiku

Mereka berkata

Mereka mencintaiku

Merekapun berjanji

Akan menjaga dan memberikan perhatian kepadaku, baik siang maupun malam

Tapi kata kata hanya kata kata

Janji pun hilang seiring waktu

Sehingga kini tak ada lagi yang perduli

Sedikit demi sedikit

Asap pun memenuhi rongga dadaku

Mentransfer sedikit nikotin ke otak ku, yang kuharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan pikiran dan semua sepiku

Kucoba menggugurkan daun daun cinta satu demi satu demi satu

Tapi tunas daun muda yang tumbuh semakin banyak

Terpikir untuk mengugurkan semuanya

Tapi ku takut untuk merangas selamanya

Dan menjadi sebatang kayu lapuk yang tak berguna

Tak ada lagi artiku disana

Sebagai sesosok yang membawa kebahagiaan

Tak guna lagi diriku diampingmu

Karena engkau tak pernah membutuhkan aku

Otak dan pikiranku masih belum bisa tenang

Memoryku masih memutarkan bayangan mu

Terbesit untuk merubah semua rasa ini menjadi benci agar ku bisa lupakanmu

Tapi jiwaku yang lain berontak dan tak ingin kehilanganmu

Bayangamu pun semakin sering muncul di hadapanku

Bukan untuk memberikan sedikit tawa

Tapi memberikan siksaan dan ejekan

Serta berkata bahwa aku tidaklah berarti bagimu, pergi dan menjauh darimu

Tak adakah rasa takut kehilangan mu untuk ku?

Dimana dia?

Waktu pun berlalu

Tapi kau masih saja di benakku

Tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mengapaimu

Butir butir air matapun tak ingin ku teteskan lagi

Kata kata “mohon perhatikan aku pun” sudah mulai bosan bergulir dibibirku

Dan sekarang ku harus menyadarinya

Api yang kusulut untuk menerangi hidup ku

Ternyata membakar serta serta menyiksaku

Dia ada untuk menyiksaku

Mereka hadir untuk melukaiku

Dan aku sendiri ikut menghancurkan jiwa ku

Akhirnya semuanya akan menemui titik temu

Ya atau tidak

Ku sungguh tak sanggup lagi dengan semua ini

CORETAN HATI

Mereka bilang

Mereka menyayangiku

Mereka berkata

Mereka mencintaiku

Merekapun berjanji

Akan menjaga dan memberikan perhatian kepadaku, baik siang maupun malam

Tapi kata kata hanya kata kata

Janji pun hilang seiring waktu

Sehingga kini tak ada lagi yang perduli

Sedikit demi sedikit

Asap pun memenuhi rongga dadaku

Mentransfer sedikit nikotin ke otak ku, yang kuharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan pikiran dan semua sepiku

Kucoba menggugurkan daun daun cinta satu demi satu demi satu

Tapi tunas daun muda yang tumbuh semakin banyak

Terpikir untuk mengugurkan semuanya

Tapi ku takut untuk merangas selamanya

Dan menjadi sebatang kayu lapuk yang tak berguna

Tak ada lagi artiku disana

Sebagai sesosok yang membawa kebahagiaan

Tak guna lagi diriku diampingmu

Karena engkau tak pernah membutuhkan aku

Otak dan pikiranku masih belum bisa tenang

Memoryku masih memutarkan bayangan mu

Terbesit untuk merubah semua rasa ini menjadi benci agar ku bisa lupakanmu

Tapi jiwaku yang lain berontak dan tak ingin kehilanganmu

Bayangamu pun semakin sering muncul di hadapanku

Bukan untuk memberikan sedikit tawa

Tapi memberikan siksaan dan ejekan

Serta berkata bahwa aku tidaklah berarti bagimu, pergi dan menjauh darimu

Tak adakah rasa takut kehilangan mu untuk ku?

Dimana dia?

Waktu pun berlalu

Tapi kau masih saja di benakku

Tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mengapaimu

Butir butir air matapun tak ingin ku teteskan lagi

Kata kata “mohon perhatikan aku pun” sudah mulai bosan bergulir dibibirku

Dan sekarang ku harus menyadarinya

Api yang kusulut untuk menerangi hidup ku

Ternyata membakar serta serta menyiksaku

Dia ada untuk menyiksaku

Mereka hadir untuk melukaiku

Dan aku sendiri ikut menghancurkan jiwa ku

Akhirnya semuanya akan menemui titik temu

Ya atau tidak

Ku sungguh tak sanggup lagi dengan semua ini

Mereka bilang

Mereka menyayangiku

Mereka berkata

Mereka mencintaiku

Merekapun berjanji

Akan menjaga dan memberikan perhatian kepadaku, baik siang maupun malam

Tapi kata kata hanya kata kata

Janji pun hilang seiring waktu

Sehingga kini tak ada lagi yang perduli

Sedikit demi sedikit

Asap pun memenuhi rongga dadaku

Mentransfer sedikit nikotin ke otak ku, yang kuharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan pikiran dan semua sepiku

Kucoba menggugurkan daun daun cinta satu demi satu demi satu

Tapi tunas daun muda yang tumbuh semakin banyak

Terpikir untuk mengugurkan semuanya

Tapi ku takut untuk merangas selamanya

Dan menjadi sebatang kayu lapuk yang tak berguna

Tak ada lagi artiku disana

Sebagai sesosok yang membawa kebahagiaan

Tak guna lagi diriku diampingmu

Karena engkau tak pernah membutuhkan aku

Otak dan pikiranku masih belum bisa tenang

Memoryku masih memutarkan bayangan mu

Terbesit untuk merubah semua rasa ini menjadi benci agar ku bisa lupakanmu

Tapi jiwaku yang lain berontak dan tak ingin kehilanganmu

Bayangamu pun semakin sering muncul di hadapanku

Bukan untuk memberikan sedikit tawa

Tapi memberikan siksaan dan ejekan

Serta berkata bahwa aku tidaklah berarti bagimu, pergi dan menjauh darimu

Tak adakah rasa takut kehilangan mu untuk ku?

Dimana dia?

Waktu pun berlalu

Tapi kau masih saja di benakku

Tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mengapaimu

Butir butir air matapun tak ingin ku teteskan lagi

Kata kata “mohon perhatikan aku pun” sudah mulai bosan bergulir dibibirku

Dan sekarang ku harus menyadarinya

Api yang kusulut untuk menerangi hidup ku

Ternyata membakar serta serta menyiksaku

Dia ada untuk menyiksaku

Mereka hadir untuk melukaiku

Dan aku sendiri ikut menghancurkan jiwa ku

Akhirnya semuanya akan menemui titik temu

Ya atau tidak

Ku sungguh tak sanggup lagi dengan semua ini

Read More......

Pikiran adalah permukaan hati

JANGAN pernah berkata benci, kotor, atau berpikir busuk. Itu nasihat nenek saya. "Nanti, kalau ada setan lewat, bisa terjadi sungguhan," katanya. Saya cuma mesem, cenderung menyepelekan petuah itu. Maklum, di mata saya, orang sepuh itu suka berpikir aneh, termasuk yang tidak masuk akal.

Pokoknya, ucapan Nenek yang membawa nama setan, jin, dan malaikat saya ibaratkan angin lalu. Tak perlu digubris. "Ya, sudah, kalau tak percaya," katanya. Esoknya, petuah serupa diulang lagi, dan diulang lagi, walau sang cucu selalu menertawakannya.

Belakangan, "pelajaran" dari Nenek itu ada benarnya, walau tidak mutlak --karena menyertakan setan, jin, dan malaikat sebagai penyebab. Tampaknya, Nenek yang buta huruf dan tak mau memaksakan kehendak itu lebih memahami hidup. Memang, makin berakal seseorang, makin mudah ia memahami alasan orang lain.



Ternyata, pikiran manusia itu bisa "disetel" sesuai dengan daya kehendak. Mengumpat disertai kutukan bisa mewujud nyata jika dilakukan serius. Yang merampas daya itu adalah keraguan. Keraguan merampas keberanian, harapan, dan optimisme. Berpikir busuk, misalnya, bisa melecut ketidakserasian. Berpikir buruk itu hanya menyengsarakan diri. Membuat suasana jadi muram.

Pernah, suatu ketika, famili saya rekreasi ke Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. Usai menghirup udara segar pegunungan, mereka kembali ke kota. Jalanan menurun. Tiba-tiba, di balik setir mobil terlintas pikiran negatifnya: "Belasan tahun saya membawa mobil tapi belum pernah merasakan rem blong!"

Belum sampai 10 menit otaknya berpikir rem blong, rem yang diinjaknya jebol sungguhan. Kendaraan meluncur deras. Syukurlah, dia tidak panik. Tahap demi tahap gigi persneling dipindahkan ke gigi kecil. Begitu terkendalikan, mobil dipinggirkan dan rem tangan ditarik. Ia menghela napas panjang.

"Kok, berhenti," tanya istrinya. ''Lha, wong remnya blong," katanya. ''Kok, tidak bilang-bilang?" tanyanya lagi. Tentu saja tak perlu dijawab. Sebab, jika fakta itu disampaikan, kepanikan dijamin akan menular ke seluruh penumpang. "Tuhan masih melindungi kita," ujar dia.

Sebaliknya, pikiran yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang sangat mengagumkan. Ia dapat menguasai materi, objek, dan urusan. "Ia bahkan dapat bekerja dengan sangat mengagumkan, yang orang tak dapat menjelaskannya," tulis Hazrat Inayat Khan.

Pikiran dan perasaan manusia itu memiliki getaran kekuatan. Ketenangan dan kedamaian hati seorang pawang, misalnya, mampu menjinakkan singa liar. Pikiran singa itu "terpengaruh" oleh si pawang yang cinta damai. Begitu pula dalam arena adu gajah di India. Daya pikir ribuan penonton menghendaki agar hewan itu berkelahi. Keinginan itu direfleksikan pada hewan hingga menimbulkan kekuatan --sekaligus hasrat untuk berkelahi.

Ada pula penjinak ular yang bertugas "membujuk" binatang melata itu keluar dari sarangnya, tanpa musik. Pikiran penjinak yang direfleksikan pada ular itulah yang menarik ular keluar dari persembunyian. Ada orang yang mengusir lalat dengan merefleksikan pikirannya pada makhluk kecil tersebut. Kekuatan yang mempengaruhi pikiran serangga itu merupakan bukti adanya daya, bukan keistimewaan.

Ada pula kuda yang mampu memecahkan soal matematika rumit. Jawaban itu merupakan refleksi pikiran pelatihnya yang diproyeksikan pada pikiran kuda. Dalam proses mediumistik, suatu gagasan matematika diproyeksikan pada pikiran kuda. Daya proyeksi dapat ditingkatkan dengan peningkatan daya kehendak, pemikiran, atau perasaan. Inilah rahasia terbesar kehidupan.

Bila pikiran tak jelas, misalnya, terganggu atau terlalu aktif, maka pikiran tidak dapat mengantar refleksi secara utuh. Pikiran dapat diibaratkan danau. Jika angin bertiup dan air beriak, maka refleksinya menjadi tidak jelas. Sebaliknya, jika berair tenang, bisa merefleksikan dengan jelas.

Pikiran adalah permukaan hati, dan hati adalah kedalaman pikiran. Apa yang datang dari dalam menyentuh kedalaman, dan yang di permukaan hanya berada di permukaan. Maka, jangan heran jika dua jiwa yang berhati penuh kasih dan berperasaan halus bisa berkomunikasi melalui pikiran dan perasaan. Jarak bukan halangan.

Maka, si Binu yang lama tak bersua, misalnya, tiba-tiba menelepon atau muncul di depan mata hanya karena "terpikirkan" oleh teman karibnya. Kebetulan? Tidak! Di dunia ini tak ada sesuatu yang bersifat kebetulan. Seluruh perilaku pikiran mempengaruhi urusan hidup.

Daya pikir memang punya efek yang dahsyat. Pikiran yang panas membuat "api" di sekitarnya, hingga orang-orang di dekatnya terbakar oleh "api" tersebut. Sebaliknya, pikiran yang tenang dan damai memberi kesejukan pada orang-orang yang berada dalam ruang lingkupnya.

Tentu, semua refleksi ini bukan karena ada setan atau malaikat lewat. Di dunia ini, tiada suatu yang tanpa makna. Juga bukan kebetulan. Tidak sebutir atom pun yang terlepas dari liputan dan rencana Allah. Hanya karena kita tak memahami kehidupan di dunia ini, maka kita berada dalam kegelapan.

"Sesungguhnya, di antara ilmu itu ada yang laksana mutiara tersembunyi, ia tidak diketahui kecuali hanya oleh orang-orang yang mengenal Allah," kata Nabi Muhammad SAW. (disarikan dari Gatra-WY)

(dikutip dari Motivasi.Net_YahooGroup/unitedcorevision.com)

Read More......